Menggali penyebabnya rusaknya fitrah seksualitas pada anak
Faktor dari dalam keluarga dan diri
1. Memberikan akses tontonan, internet maupun games pada anak2 tanpa pendampingan.
2. Kurangnya peran ayah dan ibu krn sibuk bekerja ato sibuk dg gadgetnya
3. Inner child ortu yg belum selesai
4. Kurangnya ilmu pengetahuan dlm mendidik sesuai usia anak.
5. Timpang dalam proses mendidik anak. Contohnya ayahnya sibuk bekerja mencari nafkah sementara urusan pendidikan sepenuhnya diserahkan ke ibu
6. Merasa tabu dalam menjelaskan ttd seksualitas pada anak
Faktor dari luar keluarga dan diri
1. Tinggal pada lingkungan yg tinggi tingkat pelencengan seksualitas
2. Pembiaran masyarakat pada masalah sosial yg terjadi dilingkungannya
3. Kerancuan pola asuh yg kadang dialami oleh keluarga yg tinggal dalam lingkungan keluarga besar
Fitrah seksualitas 7
Fitrah seksualitas 6
*MENGUPAS FITRAH SEKSUALITAS DARI SISI KULTUR*
*Pentingkah untuk dibangkitkan fitrah seksualitas pd anak? Mengapa?*
Sangat penting, karna pada era sekarang kejahatan seksual sudah memprihatinkan.
Tujuan diperkenalkan hal tsb adalah untuk :
🌈Supaya anak mengetahui identitas dirinya apakah ia laki laki atw perempuan.
🌈Supaya anak dpt menjalankan perannya dikemudian hari
🌈Dapat mengajarkan anak bagaimana caranya melindungi diri dari kejahatan seksual yg marak skrng ini.
*Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender*
Menurut Caplan (1987) gender adalah perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan selain dari struktur biologis, sebagian besar justru terbentuk melalui proses sosial dan kultural. Jadi gender sangat berkaitan erat dengan kultur.
Perbedaan gender tidak akan menjadi masalah jika tidak menimbulkan ketidakadilan (Ridwan, 2006:25)
*1. Ketidakadilan Gender*
Budaya patriarki banyak dianut oleh bangsa-bangsa timur.
Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial (Charles E, Bressler 2007)
Ketidakadilan gender merupakan salah satu dampak yang diakibatkan oleh budaya patriarki.
Wujud ketidakadilan gender :
*_♦Marginalisasi (meminggirkan perempuan)_*
*_♦Subordinasi atau penomorduaan_*
*_♦Stereotipe atau citra baku_*
*_♦Kekerasan_*
*_♦Beban ganda_*
*2. Pergaulan dan perilaku seks bebas*
Sebagian besar tafsiran agama barat menempatkan perempuan pada titik yang diapresiasi namun dibungkam dalam ruang yang sempit, hanya pada sektor domestik (Khemal Andrias : 2016)
Pergaulan dan seks bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, istilah bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.
😱 Sebanyak *63%* remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya ataupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsunya (hasil survei KPAI dan Kemenkes Oktober 2013 yang dilansir di kompasiana.com)
😱 http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga Juni 2016 setidaknya ada *47* siswi SMA dan SMP yang hamil dan putus sekolah akibat seks bebas yang mereka lakukan.
Dari seks bebas juga bisa mengakibatkan tertularnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS.
*_Faktor penyebab seks bebas :_*
⛔Kekuatan iman yang memudar
⛔Kurangnya perhatian orang tua
⛔Rasa ingin tahu yang tidak terkendali terhadap seks
⛔Tontonan tidak mendidik (internet, televisi dan gadget lain)
⛔Rendahnya pengetahuan tentang seks bebas
⛔Salah pergaulan
*3. Penyimpangan seksual*
LGBT juga merupakan salah satu efek dari masuknya budaya barat di era globalisasi ini. Akan tetapi menurut Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI, keberadaan LGBT sejatinya sudah lama melekat di simbol-simbol budaya Nusantara, diantaranya :
*_Reog Ponorogo_*
Hubungan warok sebagai pemimpin reog dan gemblak (laki-laki berparas tampan yang menaiki kuda lumping) yang biasanya berperan sebagai selir pribadi.
*_Budaya di suku Bugis, Sulawesi Selatan_*
Masyarakatnya membagi jenis kelamin dalam 5 klasifikasi. Laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), laki-laki yang seperti perempuan (calabai), perempuan yang seperti laki-laki (calalai) dan yang tertinggi adalah bukan laki-laki juga bukan perempuan (bissu).
*SOLUSI*
*1. Kesetaraan gender* (emansipasi wanita).
Manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan Allah sesuai kodratnya berdasakan kelebihan & kekurangannya. Secara fisik, kodrat manusia tidaklah sekuat laki-laki, namun bukan berarti wanita memiliki perbedaan hak & kedudukan dengan laki-laki, walaupun tidak dalam segala hal. Dalam QS. An-Nahl : 97 menyatakan bahwa Allah memandang kedudukan laki-laki dan wanita sama, baik dalam hak maupun kewajiban sebagai seorang muslim. Namun tetap ada batasan dalam kesetaraan gender seperti yang dijelaskan QS. An-Nisa : 34 bahwa laki-laki berkewajiban sebagai pemimpin dan wanita perlu taat terhadap laki-laki yang menjadi pemimpin & pelindungnya.
*2. Usaha menangkal seks bebas :*
1. Menghindari lingkungan buruk
2. Membatasi waktu keluar rumah
3. Mengisi waktu luang
4. Jangan salah pergaulan
5. Memperdalam iman
6. Tidak mencoba-coba
7. Peranan orang tua
*3. Kejahatan dan penyimpangan seksual*
Pada tahun 2015, KPAI menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahunnya dan secara garis besar kelompok pelakunya yaitu orang tua, tenaga pendidik beserta orang2 disekitar lingkungan sekolah, dan orang yang tidak dikenal (Siska, 2016). Menurut peneliti pendidikan, Derajat (1971) dan Komariah (2011), model pendidikan yang direkomendasikan dalam mencegah kejahatan & penyimpangan seksual, yaitu :
💫Penyelamatan hubungan ibu-bapak, sehingga menjadi contoh permodelan anak dalam pergaulan & kehidupan anak
💫Pendidikan agama islam mulai usia dini. Menanamkan keyakinan kepada Tuhan & bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajarannya, maka rasa keyakinan itu yang kan mengawasi segala tindakan, perkataan bahkan perasaan sang anak.
💫Pendidikan moral. Moral bukanlah suatu pelajaran atau ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan mempelajarinya tanpa ada pembiasaan hidup bermoral, karena moral tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan perlunya peranan orang tua, guru & lingkungan sekitar anak tersebut.
Mencegah kejahatan dan penyimpangan seksual sejak dini menurut Islam (keterangan delas ada di jurnal ta’dib, namun juga telah dibahas Oleh kelompok 1) :
❗Memperkenalkan jenis laki-laki dan wanita serta batas aurat.
❗Memisahkan tempat tidur anak.
❗Mengajarkan adab meminta zin.
❗Menanamkan jiwa maskulin dan feminim pada anak
❗Mendidik agar senantiasa menjaga pandangan mata
❗Mendidik agar tidak melakukan khalwat & ikhtilat
Keluarga kita adalah role model bagi anak2 Kita dalam membentuk keluarganya kelak.
Fitrah seksualitas 5
Menumbuhkan fitrah seksualitas pada anaknusia 0-7 tahun
- Mandi bersama
Menurut Dr.Fran Walfish seorang psikoterapis hubungan dan keluarga, secara umum usia paling baik untuk berhenti memandikan anak berbarengan dengan kakak atau adik dengan gender berbeda adalah *usia empat tahun.*
Dr.Boyke menerangkan pula pada usia 5 tahun anak harus sudah dilarang untuk mandi bersama.
Hal ini disebabkan karena pada usia ini organ reproduksi anak sudah mulai berkembang, sehingga anak mulai merasakan respons seksual.
Anak pada usia ini juga sudah mulai tahu dan paham bagian tubuhnya dan orang lain.
Pada saat mandi bersama (apalagi dalam kondisi tidak berpakaian sama sekali) anak akan mudah mengenali bagian-bagian tubuh milik saudara/temannya, bahkan tidak jarang terkadang menunjuk atau menyentuhnya.
Selain itu tidak mandi bersama juga salah satu upaya untuk menjaga adab (dari fitnah) karena polosnya anak-anak seringkali menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya, termasuk aktifitas mandi bersama ini. Dikhawatirkan anak akan menceritakan aurat saudaranya kepada oranglain.
Beberapa alternatif penjelasan yang bisa diberikan pada anak-anak misalnya, :
🍭 *Karena kakak sudah besar, harus mandi sendiri-sendiri, malu kan nanti auratnya kelihatan sama...*
Menjelaskan konsep malu dan aurat boleh dilihat dalam kondisi darurat saja, insyaallah pelan-pelan anak akan memahami..
🍭 Jika anak tetap ingin mandi bersama maka harus memakai pakaian dalam supaya tidak terlihat aurat kubronya.
- tips terhindar Dr pelecehan seksual
🍍 Menguatkan pondasi agama dari anggota keluarga sejak dini,
🍍 Memisahkan kamar anak perempuan dan laki-laki,
🍍 Membiasakan anak perempuan (terutama menginjak usia remaja) untuk menjaga aurat meski didalam rumah *memakai pakaian yang sopan,
🍍 Tidak mandi bersama / dimandikan meski oleh ayah sendiri
🍍 Mengajarkan anak bagaimana cara melindungi diri (upaya-upaya preventif dalam kondisi darurat)
🍍 "Mengamankan" anak dari lingkungan yg kurang kondusif. Misalnya tidak membiarkan anak perempuan hanya tinggal berdua saja dengan ayah sedangkan sang ibu bekerja jauh dari rumah (ex.TKW,)
🍍Membangun lingkungan yang tidak rawan konflik, karrna memiliki pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak.
🍍Bangun komunikasi yang baik dengan anak. Ajari si kecil untuk mengingat dan menceritakan kembali setiap kejadian yang dialaminya pada hari tersebut.
Fitrah seksualitas 4
#presentasikeempat
Materi :
*Mengupas kembali seks dengan gender dan bagaimana menjaga anak dari penyimpangan fitrah seksualitas*
🌺 Pengertian Seks dan Gender
Seks dapat diartikan sebagai Jenis Kelamin Biologis Gender diartikan sebagai jenis kelamin sosial
🌺 Penyimpangan Seksual
• Segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan sesksual dengan cara yang tidak sewajarnya (dari berbagai sumber)
🌺 Jenis Penyimpangan Seksual
1. Perzinaan
2. Perkosaan
3. Pelacuran
4. Homoseksual Lesbianisme
5. Pedofilia
6. Transvetisme (Waria)
7. Seks dubur (sodomi)
8. Onani/Mastrubasi
9. Pamer Alat Vital Pengintip (Voyeurisme)
10. Hubungan intim sedarah (Insestus)
11. Seks dengan kekerasan (sadisme)
12. Fetikhisme (pecinta bagian tubuh atau benda mati) Pecinta Mayat (Nekrofilia)
13. Seks segitiga (Troilisme)
14. Seks dengan hewan (Bestialitas)
🌺 Penyebab Penyimpangan Seksual
_Faktor Internal_
• Kelainan Fisik sejak lahir
• Kelainan Pengaruh Obat
• Problem Emosional
_Faktor Eksternal_
• Lingkungan Keluarga (informasi tentang pendidikan seks tidak didapatkan langsung dari keluarga karena dianggap tabu, sehingga anak mencari diam diam)
• Lingkungan Sosial (pergaulan yang bebas dan tontonan yang tidak mendidik)
• Lingkungan Sekolah (kurangnya kurikulum sekolah yang mensosiaisaikan tentang moral dan pendidikan seks, sekolah umumnya menitik beratkan pada pendidikan intelektual/IPTEK)
🌺 Akibat
• Kehamilan di luar nikah (yang apabila dibedah juga rentetannya akan panjang)
• Aborsi
• Perasaan bersalah
• Emosi tidak stabil
• Meresahkan masyarakat
• Penyakit menular seksual
🌺 Cara Mencegah Penyimpangan Seksual Pendidikan seks yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan memberikan materimateri terkait dengan seks, diantaranya:
• Memberikan pelajaran tentang perbedaan jenis kelamin (bentuk tubuh dan fungsinya).
• Memberikan pemahaman tentang cara bersikap dan bergaul dengan lawan jenis atau sejenis (yang dibolehkan atau tidak).
• Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk penyimpangan seksual.
• Mampu membedakan mana penyimpangan, pelecehan, atau kekerasan seksual, dan mana yang bukan.
• Mencegah agar anak tidak menjadi korban, atau bahkan pelaku penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual.
• Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahukan kepada orangtua/guru apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual.
_*“Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman, yaitu orang yang khusu’ dalam sholatnya, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan yang MENJAGA KEMALUANNYA. (Q.S Al Mu’minum 1-5)“*_
LGBT itu sudah menyebar jgn sampe anak2 Kita jadi korban. Berubah Dr skarang untuk jd ortu yg dekat Dan dipercaya anak.
Fitrah seksualitas 3
MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK USIA 7-14 TAHUN
Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik
Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Manusia lahir bukanlah sebagai kertas putih, Tuhan telah membekali dengan potensi potensi baik, ibarat gawai yang telah dilengkapi dengan aplikasi aplikasi canggih. Selain itu, Tuhan juga telah menjadikan otak manusia dilengkapi dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk manapun yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC). PFC memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol. Inilah lagi lagi bukti bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai sebaik baik penciptaan. Maka tugas orangtua untuk menjaga potensi baik anak anak agar tetap baik atau mengupayakan agar menjadi lebih baik ini, sesungguhnya telah dimudahkan oleh Tuhan, tetapi malah banyak orangtua yang justru abai atau bahkan merusaknya.
Dari berbagai rujukan paling tidak ada 7 fitrah atau potensi dasar manusia. Salah satunya adalah fitrah seksualitas.
Fitrah Seksualitas
Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kelainan fungsi alat reproduksi yang bersifat biologis yang disebut interaksi atau Ambigua Genitalia adalah kelainan yang bisa di koreksi secara medis. Pada anak perempuan akan mewujud dalam bentuk fungsi memproduksi sel telur, mengandung, menyusui, dan merawat. Pada anak laki-laki mewujud dalam peran membuahi, melindungi dan menafkahi. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia baligh.
"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali."
(An-Nissa [4]:1)
Menumbuhkan fitrah seksualitas anak usia 7 - 14 tahun
Melihat ulasan diatas kita dapat memahami bahwa kita terlahir sudah dengan fitrahnya. Fitrah yang seharusnya tetap terjaga sejak lahir hingga nanti dewasa. Sebagai orangtua, kita pun harus bisa menjaga fitrah pada anak agar tetap tumbuh subur sejak ia lahir sampai dewasa nanti.
Anak laki2 harus memahami Mandi wajib krn keluarnya sperma Sejak umur 10 tahun Dan sebaiknya ayah yg menyampaikan Hal ini krn yg punya pengalaman akan Hal ini.
Klo menurut ibu elly risman, ayah harus buat cairan semacam mani (dari tepung, yg agak kental & encer) untuk menjelaskan perbedaan mani & madzi (Cairan yg keluar sebelum sperma). Karena konsekwensi dr keduanya berbeda. Madzi najis, mani tidak najis.
Fitrah seksualitas 2 : menumbuhkan fitrah seksualitas
Menumbuhkan fitrah seksualitas:
Di lingkungan rumah :
a. Menanamkan aqidah yang kuat pada anggota keluarga terutama anak.
b. Orang tua menjadi teladan dalam menjaga aurat dan menjalankan peran sesuai fitrahnya.
c. Orang tua belajar cara menumbuhkan fitrah seksualitas sesuai rentang usia.
d. Seks education sejak dini
e. Perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
f. Pendidikan dari rumah bergantung kehadiran, kedekatan, dan kelekatan ayah ibu secara utuh dari lahir sampai aqil baligh.
Di Lingkungan Masyarakat
a. Seks education di lingkungan
b. Penyuluhan dan pengawasan secara berkala
c. Menguatkan aqidah dalam masyarakat dengan cara merutinkan kajian
Di Lembaga Pemerintahan
a. Membuat & mengesahkan UU Perlindungan anak
b. Membuat UU tentang penyimpangan seksualitas
Agar terhindar LGBT:
1. Bangun kedekatan dengan anak, karena dengan hubungan yg dekat dgn anak, insyaAllah anak akan terbuka & mau sharing sama kita.
2. hentikan kesalahan pengasuhan mulai saat ini, seperti mengancam kosong, labelling, dll karena ini bisa membuat kita menjadi orang tua yg inkonsisten di depan anak.. resiko nya jika ttp melakukan kesalahan pengasuhan : kata2 kita ngga ada artinya di mata anak (anak ngga percaya sama kita)
3. tumbuhkan rasa cinta kepada Allah dengan senantiasa menumbuhkan syukur.. dengan syukur maka akan tumbuh ketaatan, dengan sendirinya anak akan patuh pd aturan Allah
4. melakukan briefing/roleplaying, bagaimana sikap yg perlu kita tunjukkan kepada orang yg terkena penyimpangan seksual.. ini bisa disesuaikan dgn keluarga masing2.. jika merasa tidak bisa membantu, maka lebih baik dihindari drpd terpengaruh.. namun ttp ajarkan menghindar/menolak dengan cara yg sopan & ttp saling menghormati
Fitrah seksualitas 1 : definisi
Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.
Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam merupakan bagian dari pendidikan akhlak, yang didasari dengan keimanan. Dengan iman yang mantap, seseorang akan rela melakukan segala perintah Allah dan RasulNya serta menghentikan segala larangannya.
Tarbiyah Jinsiyah beda dengan Sex education versi Barat
* Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak & adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT.
* Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb.
Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.
Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita..
1- Memperkenalkan konsep Aurat.
2- Memisahkan tempat tidur anak dan menjelaskan adab-adab kesopanan di rumah & diluar rumah.
3- Mendidik adab-adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58)
4- Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminine pada anak perempuan.
5- Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom.
6- Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (ghoddul bashar).
7- Mengenalkan sanksi-sanksi
perzinahan dalam Islam.
8- Mendidik agar tidak melakukan
ikhtilath (campur baur/pergaulan
bebas) di antara laki-laki dan
perempuan.
9- Mendidik agar tidak melakukan
khalwat (berdua-duaan antara laki-laki
dan perempuan yang bukan mahrom).
10- Mendidik etika berhias sehingga
kaum muslimah tidak bertabarruj.
11- Mendidik konsep Thoharoh seperti
menjaga kebersihan mulut, alat
kelamin, cara wudhu, mandi dll.
12- Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan
haid secara bijaksana.
13- Menjelaskan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah.
14- Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat.
15- Etika kehidupan bersuami istri
secara Islam baru boleh di ajarkan kepada
mereka yang benar-benar akan menikah.





